Skip to main content

Posts

Featured

Ketika Kita Mengalami Hal yang Ditakuti sekaligus Tidak Dipercayai Orang

Melihat sesuatu dari balik jendela atau dari lubang kunci memang jauh berbeda dibanding mengalami sendiri. Setelah didiagnosis Covid, saya justru jadi lebih gampang tidur nyenyak. Di malam-malam sebelumnya, kepala saya penuh skenario, “Bagaimana jika…” (terpapar?) Setelah benar-benar terpapar, ternyata ya tinggal dijalani. Mau bagaimana lagi? Kutipan yang tepat untuk Covid, donor, dan vaksinnya :) Sumber: quotefancy   Namun, ngomong-ngomong, suami saya sebelumnya adalah orang yang tergolong tidak (begitu) percaya dengan keberadaan Covid dan berbagai bahasan penyertanya. Saat saya mendaftar untuk divaksin, ia sempat berkomentar apakah dia perlu divaksin juga. Alasan lainnya karena dia nggak mau vaksin dari China. Haha. Ketika hasil antigennya reaktif dan ia sudah mengalami segala gejala, ia juga masih menduga itu mungkin sekadar tipus. Garis kedua pada hasil antigennya memang samar. Ia baru sadar ketika lima hari kemudian saya juga bergejala persis serupa dengan yang dia alami. Sekaran

Latest Posts

Ujung Lorong Panjang Ini

Predikat Perempuan

Mulai (Lagi) dari Akhir

Mengingkari Maslow

Di Balik Meja

Rumput Tetangga

Antara Hampers, Nasi Bungkus, dan THR Tukang Sayur ( Seri 9 #DiRumahAja)

Hal-hal yang Kita Simpan dan Berikan (Seri 8 #DiRumahAja)

Membantu Orang Lain adalah Cara (Lain) Menolong Diri Sendiri (Seri 8 #DiRumahAja)

Perjalanan ke Dalam (Seri 7 #dirumahaja)