Skip to main content

Posts

Featured

Kembali ke Jalan Ramai

Saya akan memulai cerita pengalaman sekolah rumah ini dengan adagium yang saya suka: metode pendidikan terbaik adalah yang paling sesuai dengan kebutuhan anak dan orang tua serta visi keluarga. Yang baru saya sadari kemudian, kebutuhan ini terus berubah seiring dengan berbagai perkembangan dalam hidup keluarga, serta bagaimana kita mengenali diri sendiri dan tiap anggota keluarga. Tahun ajaran baru ini, anak saya, Bima (11) kembali sekolah formal setelah 2,5 tahun menjalani sekolah rumah/ homeschooling . Ada beberapa hal yang melatarbelakangi kembalinya kami ke jalur formal. Pengalaman dan catatan ini tentu saja bersifat subjektif. Saya mencatat dan membagikannya pertama-tama untuk merunut pola pikir dan membuat rujukan yang dapat ditengok jika kelak kami butuh refleksi lagi. Jalan Sepi Akhir 2019 kami pindah domisili ke sebuah lingkungan baru. Segalanya serba baru sampai sekolah barunya pun belum membuka kelas untuk murid kelas 3 ke atas. Situasi yang membuat kami mau tidak mau

Latest Posts

Tabrakan Rasa di Idul Adha

Madam CJ Walker dan HER-story

Perjalanan yang Hilang

Paradox of (Too Many) Choices

Risalah Sampah

Ketika Kita Mengalami Hal yang Ditakuti sekaligus Tidak Dipercayai Orang

Ujung Lorong Panjang Ini

Predikat Perempuan