Skip to main content

Posts

Featured

Predikat Perempuan

Dalam sebuah obrolan live di Instagram, tuan rumah melontarkan pertanyaan esensial yang gagal saya tangkap, “Menurut Anda, Anda itu siapa sih?” Wah seharusnya itu saatnya saya bisa membual tentang berbagai pemikiran sok mendalam soal eksistensi manusia dan semua pertanyaan saya tentang posisi perempuan saat dunia ini diciptakan. Kegugupan saya (setidaknya itu satu-satunya hal yang bisa saya salahkan) membuat saya dengan bodohnya cuma menjawab, “content writer.” Jawaban standar ketika ada yang bertanya, “What do you do for living?” Jawaban dari pertanyaan ini, bagi saya, tidak begitu menarik. Content writer adalah embel-ember yang sekadar saya gunakan untuk mencari uang. Predikat yang segera saya tanggalkan begitu saya selesai mengirim tulisan pesanan. Jabatan yang saya letakkan selepas jam kerja pukul lima untuk dikenakan lagi keesokan harinya. Namun jawaban itu lebih mudah dipahami dan diterima dalam hidup bermasyarakat dibanding jawaban “penulis”. Profesi penulis terdengar serupa

Latest Posts

Mulai (Lagi) dari Akhir

Mengingkari Maslow

Di Balik Meja

Rumput Tetangga

Antara Hampers, Nasi Bungkus, dan THR Tukang Sayur ( Seri 9 #DiRumahAja)

Hal-hal yang Kita Simpan dan Berikan (Seri 8 #DiRumahAja)

Membantu Orang Lain adalah Cara (Lain) Menolong Diri Sendiri (Seri 8 #DiRumahAja)

Perjalanan ke Dalam (Seri 7 #dirumahaja)

Berhenti Menyandera Tuhan (Seri 6 #dirumahaja)

When Nothing's Sure, Everything's Possible (Seri 5 #dirumahaja)