Skip to main content

Posts

Featured

Perihal Jarak yang Memisahkan Diri antara Sebelum dan Sesudah

Saat saya kembali ikut race , 2025 lalu, seperti cenayang yang sedang menerawang, seorang kawan lama bertanya, kenapa lari lagi? Agaknya ia tahu bahwa saya hanya akan berlari (ikut race ) jika sedang berada dalam masa pelik. Terakhir saya gencar lari pada tahun 2017-2018. Meskipun hanya pelari hura-hura, tapi selalu ada hal baru yang bisa saya maknai setiap kali kembali berlari.  Semua Bisa Dilatih  Depression hates a moving target, bunyi judul buku Nita Sweenly. Lari, atau olahraga apapun memang bukan/tidak bisa menggantikan terapi. Tapi bagi saya, aktivitas ini mengingatkan saya bahwa semua hal bisa dilatih . Setelah sekian lama berhenti, kita bisa terus memulai lagi dan lagi dari nol. Terengah-engah lagi, memadukan berjalan kaki dengan lari, berlari sangat lambat. Hingga pada percobaan kesekian, tahu-tahu kita bisa berlari tanpa henti sejauh 2 km, lalu tiga, kemudian 5 km tanpa henti, dan seterusnya.  Dan, seperti otot jantung dan otot kaki yang bisa dilatih agar lebih...

Latest Posts

Benteng Terakhir

Yang Hilang dan Yang Terbilang

Saat Mimpi yang Terwujud Tidak Terasa seperti Mimpi yang Terwujud

Saba Budaya Baduy: Hal-hal Indah yang Tak Tersimpan dalam Memori Ponsel

Kembali ke Jalan Ramai